Penantian
Deru mesin berlalu
Meninggalkan pekak menyakitkanKadang pula melantunkan lagu sendu
Dengan bercucur air mata
Pada peluk yang melepaskan
Pada haru yang memilukan
Pada tetes keringat menyengat
Pada topeng penuh siasat
Terminal kota pinggiran
Menjadi pemain yang ditinggalkan
Menjadi pihak yang ditanggalkan
Tempat penuh ketidakpastian
Harapan, kesabaran, keindahan
Semua melaju tanpa perlambatan
Kadang sebuah restu pun ikut pergi
Dan semuanya kembali menjadi tepi
Pernah ku menjumpai papan
Pesannya mengantarkan kesyahduan
Tapi sekejap mataku berkedip
Ia menghilang tanpa kerlip
Pernah pula ku menjumpai bait
Merangkainya amatlah sulit
Berbicara tentangnya begitu rumit
Dan kurasa tak perlu dirakit
Inilah awal perjumpaan
Pada tiap langkah menyimpan kenangan
Tiap jengkalnya menggores sejarah
Dengan cinta dan penuh amarah
Sampai aku berada pada akhir
Mencumbui bayangmu tanpa berfikir
Sedang aku menatap kasihmu nanar
Dan kau bertanya "apa aku terlalu gusar?"
Batinku tersenyum
Komentar
Posting Komentar