Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Penantian

Deru mesin berlalu Meninggalkan pekak menyakitkan Kadang pula melantunkan lagu sendu Dengan bercucur air mata Pada peluk yang melepaskan Pada haru yang memilukan Pada tetes keringat menyengat Pada topeng penuh siasat Terminal kota pinggiran Menjadi pemain yang ditinggalkan Menjadi pihak yang ditanggalkan Tempat penuh ketidakpastian Harapan, kesabaran, keindahan Semua melaju tanpa perlambatan Kadang sebuah restu pun ikut pergi Dan semuanya kembali menjadi tepi Pernah ku menjumpai papan Pesannya mengantarkan kesyahduan Tapi sekejap mataku berkedip Ia menghilang tanpa kerlip Pernah pula ku menjumpai bait Merangkainya amatlah sulit Berbicara tentangnya begitu rumit Dan kurasa tak perlu dirakit Inilah awal perjumpaan Pada tiap langkah menyimpan kenangan Tiap jengkalnya menggores sejarah Dengan cinta dan penuh amarah Sampai aku berada pada akhir Mencumbui bayangmu tanpa berfikir Sedang aku menatap kasihmu nanar Dan kau bertanya "apa aku terlalu gu...

SEJARAH MASYARAKAT MENGENAL TULISAN

Þ    TRADISI SEJARAH PADA MASYARAKAT YANG TELAH MENGENAL TULISAN TRADISI SEJARAH MASYARAKAT DI INDONESIA PENGARUH TULISAN DAN KARYA LONTAR Sejak masyarakat Indonesia mengenal tulisan (memasuki jaman sejarah ) sebenarnya tradisi sejarah pada masyarakat Indonesia telah terbentuk melalui berbagai prasasti yang ada . perkembangannya kemudian di perluas dengan kemampuan masyarakat dalam berkomunikasi dan perkembangan bahasa di Indonesia . bahkan kemudian muncul golongan masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk mengubah atau menulis berbagai karya sastra . naskah naskah karya sastra kuno tersebut di tulis pada daun lontar sehingga lebih dikenal dengan istilah kitab lontar . Contoh prasasti di beberapa daerah di Indonesia : prasasti kutai berbahasa sansakerta dan tulisan palawa (dari kerajaan kutai ) , prasasti dari kerajaan trauma yang berbahasa sansakerta dan tulisan pallawa , prasasti dari kerajaan sriwijaya pada umumnya memaki bahasa melayu dan tulisan sansakert...